Network atau Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang
terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama
untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Network terdiri dari beberapa jenis
tergantung dari area yang dilingkupinya. Ada yang berupa LAN (Local Area
Network) yang area jaringannya terbatas seperti gedung atau beberapa gedung
yang berdekatan, kemudian MAN (Metropolitan Area Network ) yang area
jaringannya berada dalam suatu kota, yang terakhir yaitu WAN (Wide Area
Network) yang areanya jaringannya mencakup area geografis yang luas.
Jaringan Komputer dapat diartikan sebagai suatu himpunan
interkoneksi sejumlah komputer otonom. Dua buah komputer dikatakan membentuk
suatu network bila keduanya dapat saling bertukar informasi. Pembatasan istilah
otonom disini adalah untuk membedakan dengan sistem master/slave. Bila sebuah
komputer dapat membuat komputer lainnya aktif atau tidak aktif dan
mengontrolnya, maka komputer komputer tersebut tidak otonom. Sebuah sistem
dengan unit pengendali (control unit) dan sejumlah komputer lain yang merupakan
slave bukanlah suatu jaringan komputer besar dengan remote printer dan terminal
pun bukanlah suatu jaringan.
Lalu kapan jaringan komputer dimulai? Konsep jaringan
komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan
komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University.
Proyek ini dipimpin oleh profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek ini hanyalah
ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk
mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses
beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam
sebuah komputer dengan kaidah antrian.
Di tahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai
terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa
terminal. Untuk itu dibuatlah konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang
dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk
jaringan (network) komputer diaplikasikan.
Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke
sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi
komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang
sendiri-sendiri.
B.
Pengertian
Network ( Jaringan Komputer )
Network adalah jaringan dari system komunikasi data yang
melibatkan sebuah atau lebih system komputer yang dihubungkan dengan jalur
transmisi alat komunikasi membentuk satu system. Dengan network, komputer yang
satu dapat menggunakan data di komputer yang lain. Dapat mencetak laporan di
printer komputer yang lain, dapat memberi berita ke komputer yang lain walaupun
berlainan area. Network merupakan cara yang sangat berguna untuk mengintegrasi
kan system informasi dan menyalurkan arus informasi dari satu area ke area
lainnya.
Network dan DDP (Distributed Data Processing) masih
merupakan hal yang sulit dibedakan untuk beberapa orang. Network dan DDP memang
sangat berhubungan erat, tetapi berbeda konsep. Network merupakan konsep dari
jaringan kerja system komunikasi data. Network dapat melibatkan hanya sebuah
system komputer saja dengan beberapa terminal di lokasi yang berbeda atau
melibatkan beberapa system komputer di lokasi yang berbeda.
Sedang DDP merupakan salah satu dari bentuk system
komunikasi data DDP dari definisinya. Harus melibatkan dua atau lebih system
komputer yang independent tetapi dapat berhubungan satu dengan yang lainnya.
Jadi DDP harus terdiri dari komunikasi data dua atau lebih system komputer.
Sedang network dapat terdiri dari sebuah system komputer saja dengan beberapa
terminal. Network dapat berupa off-line communication system, remotejob entry
system, realtime system, time sharing system ataupun DDP system. Karena semakin
murahnya komputer mikro dan alat-alat input/output lainnya, maka DDP network
sekarang banyak diterapkan.
Untuk membentuk suatu system network dibutuhkan suatu
software communication yang khusus, yaitu Protocol. Pertama kali network
dikembangkan oleh pabrik komputer untuk membentuk jaringan kerja dari
system-sistem komputer yang dikeluarkan pabrik bersangkutan. Misalnya IBM pada
tahun 1975 mengembangkan SNA (system Network Architecture) yang merupakan
protocol untuk menghubungkan beberapa tipe komputer IBM dalam bentuk suatu
system network. Pabrik komputer yang lainnya, seperti misalnya Sperry Univac,
WANG dan DEC juga mempunyai software communication tersendiri, misalnya DECnet.
Sekarang network yang dikembangakn oleh suatu pabrik komputer dapat dihubungkan
dengan komputer-komputer yang dibuat oleh pabrik lainnya bahkan dapat
menggunakan protocol yang lain, misalnya AIS Net1 (Advanced Information
System/Net1) yang dikembangkan oleh AT dan T pada tahun 1982.
C.
Komponen
Network
Komponen dari suatu network adalah node dan link. Node
adalah titik yang dapat menerima input data ke dalam network atau menghasilkan
output informasi atau kedua-duanya. Node dapat berupa sebuah printer atau
alat-alat cetak lainnya, atau suatu PC atau micro computer sampai mainframe
computer yang raksasa atau modem atau multiplexer.
Link
adalah channel atau jalur transmisii atau carrier untuk arus informasi atau
data diantara node. Link dapat berupa kabel microwave system, laser system atau
satellite system. Network yang masing-masing node terletak di lokasi yang
berjauhan satu dengan yang lainnya dan menggunakan link berupa jalur transmisi
jarak jauh disebut dengan WAN (Wide Area Network), sedang network yang
masing-masing node terpisah dalam jarak yang local dan menggunakan link berupa
jalur transmisi kabel disebut dengan LAN (Local Area Network).
D.
Jenis
– Jenis Jaringan Berdasarkan Jangkauan :
1.
Local
Area Networking (LAN)
Yaitu suatu Jenis Jaringan Komputer dengan mencakup wilayah
lokal. Dengan menggunakan berbagai perangkat jaringan yang cukup sederhana dan
populer, seperti menggunakan kabel UTP (Unshielded Twisted-Pair), Hub,
Switch, Router, dan lain sebagainya. Atau bisa disebut juga suatu jaringan yang
dibatasi oleh area yang relative kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan
seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya
tidak jauh dari sekitar 1 km persegi.
Transmisi data dalam LAN punya kecepatan yang berbeda-beda
dan dapat dikategorikan sebagai berikut :
a.
HIGH
SPEED NETWORK
Kapasitas transmisi data lebih besar
dari 20 MBps (Mega Bit per second atau juta bit per detik) yang biasanya
diterapkan dalam LAN untuk mainframe computer yang besar.
Contoh:
- Loosely Coupled Network (Control Data Coorporation)
- Hyperchannel (Network System Coorporation)
b.
MEDIUM
SPEED NETWORK
Kapasitas transmisi data sekitar 1
MBps – 20 MBps yang biasanya diterapkan untuk mainframe computer yang kecil
atau minicomputer.
Contoh:
- Ethernet dikembangakan oleh Xerox, kecepatan 1
MBps, memakai coastal cable dan dapat menghubungkan system komputer Xerox
dengan mesin copy Xerox dan dengan alat-alat yang lain.
- ARC Net oleh Datapoint Coorporation
- Wangnet olh Wang Laboratories
-
Local Net oleh Systex
-
Cable Net oleh Amdax
c.
LOW
SPEED PC NETWORK
Kapasitas transmisi data lebih kecil
dari 1 MBps, biasanya diterapkan untuk personal computer.
Contoh :
-
Omninet oleh Corvus Systems yang dapat menghubungkan komputer.
-
IBM PC, Apple, Radio Shack, DEC, Texas Instrument untuk bersama-sama
menggunakan harddisk dan peripheral device lainnya bentuk network adalah bus
network.
-
Constellation oleh Corvus Systems. Fungsi sama dengan Omniner tapi
berbentuk star network
-
Cluster One dari Nectar Systems’s khusus untuk komputer Apple yang
berbentuk bus network
-
Apple Talk oleh Apple Coorporation untuk hubungan antara komputer Apple
Macintosh dengan IBM PC dan peripheral lainnya seperti misalnya laser printer.
di dalam LAN, komputer pusat disebut dengan network server yang dapat
dihubungkan dengan beberapa terminal atau kkomputer mikro membentuk suatu
network.
2.
Metropolitan
Area Networking (MAN)
Yaitu Jaringan yang lebih luas dari LAN. Disebut
Metropolitan Area Network karena Jenis Jaringan Komputer MAN ini biasa
digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dari suatu kota ke kota
lainnya. MAN biasanya meliputi area yang lebih besar seperti area propinsi,
antar gedung. Mengapa MAN itu dikatakan lebih luas dari LAN?, Yah, karena
jaringan MAN itu terhubung dari beberapa jaringan LAN yang dihubungkan melalui
switch lagi.
Untuk dapat membuat suatu jaringan MAN, biasanya diperlukan
adanya operator telekomunikasi untuk menghubungkan antar jaringan komputer.
Contohnya seperti jaringan Depdiknas antar kota atau wilayah dan juga jaringan
mall-mall moderen yang saling berhubungan antar kota .
3.
Wide
Area Networking (WAN)
Yaitu Jaringan yang lingkupnya biasanya sudah menggunakan
sarana Satelit ataupun kabel bawah laut. Merupakan jaringan komputer yang
mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah,
kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan
komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
Sebagai contoh keseluruhan jaringan BANK BNI yang ada di
Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain. Menggunakan sarana WAN,
Sebuah Bank yang ada di Bandung bisa menghubungi kantor cabangnya yang ada di
Hongkong, hanya dalam beberapa menit. Biasanya WAN agak rumit dan sangat
kompleks, menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN ke
dalam Komunikasi Global seperti Internet.
E.
Topologi
Network
WAN dan LAN dapat berbentuk yang paling sederhana, yaitu
star network, hierarchical tree network, loop network, bus network, web network
sampai yang paling komplek, yaitu meta network (network dari suatu network).
Bentuk dari jaringan disebut dengan istilah topologi :
1.
Star
Network
Beberapa node dihubungkan dengan
suatu node pusat (central node atau host node) yang membentuk jaringan seperti
bentuk bintang (star). Semua komunikasi ditangani dan diatur langsung oleh
central node. Central node melakukan semua tanggung jawab untuk mengatur arus
informasi diantara node yang lainnya. Jika node yang satu ingin berkomunikasi
dengan node yang lainnya. Maka harus melewati central node. Central node
biasanya berupa komputer besar atau mainframe computer yang dihubungkan dengan
node lainnya yang berupa beberapa terminal atau komputer mini atau komputer
mikro melalui suatu link.
2.
Hierarchical
Tree Network
Dari namanya network ini berbentuk
seperti pohon yang bercabang , yang terdiri dari central node dihubungkan
dengan node yang lain secara berjenjang, central noode biasanya berupa large
computer atau mainframe computer sebagai host computer yang merupakan jenjang
tertingnggi (lop hierarchical) yang bertugas mengkoordinasi dan mengendalikan
node jenjang dibawahnya yang dapat berupa mini computer atau micro computer.
3.
Loop
Network
Loop network merupakan hubungan
antar node secara serial dalam bentuk suatu lingkaran tertutup. Dalam bentuk
ini tak ada central node atau host node, semua punya status yang sama.
4.
Bus
Network
Bentuk ini menghubungkan beberapa
node dalam jalur data (bus), masing-masing node dapat melakukan tugas-tugas
operasi yang berbeda-beda. Seperti halnya pada loop network, tidak ada central
node dan semua node mempunyai status yang sama.
5.
Ring
Network
Bentuk ini merupakan gabungan bentuk
loop network dan bus network. Jika salah satu node tidak berfungsi atau rusak,
maka tidak akan mempengaruhi komunikasi node yang lain karena terpisah dari
jalur data. Hal ini berbeda dengan loop network. Bila salah satu node rusak,
maka akan mempengaruhi node yang lainnya.
6.
Web
Network
Web network adalah mesh network atau
plex network atau complety connected network merupakan bentuk network yang
masing-masing node dalam network dapat berhubungan dengan node yang lainnya
melalui beberapa link.
7.
Meta
Network
Meta network atau hybrid network
merupakan network dari suatu network atau gabungan dari beberapa network.
Masing-masing bentuk network tersebut mempunyai kebaikan dan kelemahan
masing-masing. Pemilihan suatu bentuk network yang akan diterapkan harus mempertimbangkan
kelebihan dan kekurangannya dibandingkan dengan bentuk network yang lainnya.
Tabel berikut menunjukkan kelebihan dan kekurangannnya dari masing-masing
network.
F.
Manfaat
Jaringan Komputer ( Network )
Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer,
yaitu :
1.
Sharing
resources
Sharing resources bertujuan agar
seluruh program, peralatan atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh
setiap orang yang ada pada jaringan komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi
maupun pengaruh dari pemakai.
2.
Media
Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan
terjadinya komunikasi antar pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk
mengirim pesan atau informasi yang penting lainnya.
3.
Integrasi
Data
Jaringan komputer dapat mencegah
ketergantungan pada komputer pusat, karena setiap proses data tidak harus
dilakukan pada satu komputer saja, melainkan dapat didistribusikan ke tempat
lainnya. Oleh sebab inilah maka dapat terbentuk data yang terintegrasi yang
memudahkan pemakai untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat.
4.
Pengembangan
dan Pemeliharaan
Pengembangan peralatan dapat
dilakukan dengan mudah dan menghemat biaya, karena setiap pembelian komponen
seperti printer, maka tidak perlu membeli printer sejumlah komputer yang ada
tetapi cukup satu buah karena printer itu dapat digunakan secara bersama –
sama. Jaringan komputer juga memudahkan pemakai dalam merawat harddisk dan
peralatan lainnya, misalnya untuk memberikan perlindungan terhadap serangan
virus maka pemakai cukup memusatkan perhatian pada harddisk yang ada pada
komputer pusat.
5.
Keamanan
Data
Sistem Jaringan Komputer dapat
memberikan perlindungan terhadap data. Karena pemberian dan pengaturan
hak akses kepada para pemakai, serta teknik perlindungan terhadap harddisk
sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.
6.
Sumber
Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini
Dengan pemakaian sumber daya secara
bersama – sama, akan mendapatkan hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi.
Selain itu data atau informasi yang diakses selalu terbaru, karena setiap ada
perubahan yang terjadi dapat segera langsung diketahui oleh setiap pemakai.
G.
Protokol
Jaringan
Protokol Jaringan adalah perangkat aturan yang digunakan dalam jaringan, Protokol adalah aturan main yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer di dalam sebuah jaringan sehingga komputer-komputer anggota jaringan dan komputer berbeda platform dapat saling berkomunikasi. semua jenis-jenis jaringan komputer menggunakan protokol. Aturan-aturan Protokol adalahtermasuk di dalamnya petunjuk yang berlaku bagi cara-cara atau metode mengakses sebuah jaringan, topologi fisik, tipe-tipe kabel dan kecepatan transfer data.
Protokol Jaringan adalah perangkat aturan yang digunakan dalam jaringan, Protokol adalah aturan main yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer di dalam sebuah jaringan sehingga komputer-komputer anggota jaringan dan komputer berbeda platform dapat saling berkomunikasi. semua jenis-jenis jaringan komputer menggunakan protokol. Aturan-aturan Protokol adalahtermasuk di dalamnya petunjuk yang berlaku bagi cara-cara atau metode mengakses sebuah jaringan, topologi fisik, tipe-tipe kabel dan kecepatan transfer data.
Hal – hal yang harus diperhatikan
dalam protokol adalah sebagai berikut :
a.
Syntax
Merupakan format data dan cara pengkodean yang digunakan
untuk mengkodekan sinyal.
b.
Semantix
Digunakan untuk mengetahui maksud dari informasi yang
dikirim dan mengoreksi kesalahan yang terjadi dari informasi tadi.
c.
Timing
Digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.
1.
TCP/IP
(Transmission
Control Protocol/Internet Protocol)
TCP/IP Adalah standar komunikasi data yang
digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu
komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat
berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol
suite).bukanlah sebuah protokol tunggal
tetapi satu kesatuan protokol dan utility. Setiap protokol dalam kesatuan ini
memiliki aturan yang spesifik. Protokol ini dikembangkan oleh ARPA (Advanced
Research Projects Agency) untuk departemen pertahanan Amerika Serikat pada
tahun 1969.
ARPA menginginkan sebuah protokol yang memiliki
karakter sebagai berikut :
-
Mampu
menghubungkan berbagai jenis sistem operasi.
-
Dapat
diandalkan dan mampu mendukung komunikasi kecepatan tinggi.
-
Routable
dan scalable untuk memenuhi jaringan yang kompleks dan luas. Sebuah
alamat TCP/IP adalah nilai biner berukuran 32 bit yang diberikan kesetiap host
dalam sebuah jaringan. Nilai ini digunakan untuk mengenali jaringan di mana
host tersebut dan mengenali nomor unik host bersangkutan dijaringan tertentu.
Setiap host yang terhubung jadi satu pada sebuah internet work harus memiliki
satu alamat unik TCP/IP.
Setiap alamat terbagi atas dua
komponen :
-
Network
ID
Ini adalah bagian dari alamat IP
yang mewakili jaringan fisik dari host (nama jalan dari rumah). Setiap komputer
dalam segmen jaringan tertentu akan memiliki ID jaringan yang sama.
-
Node
ID
Ini adalah bagian yang mewakili
bagian individu dari alamat (nomor rumah). Bila komputer disegment jaringan
memiliki alamat, maka jaringan tersebut perlu tahu milik siapakah suatu paket
itu.
Seperti yang disebutkan diatas tadi
bahwa nilai IP adalah nilai biner 32 bit. Nilai tersebut terbagi menjadi empat
bagian nomor 8 bit yang disebut oktet. Contoh alamat IP :202.149.240.66 dengan
menggunakan contoh diatas, katakanlah administrator mensetup jaringan dengan
semua komputer memiliki bagian nilai yang sama 202.149.240.XXX. kondisi inilah
yang disebut network ID. Nomor pada XXX adalah node ID-nya.
Setiap alamat TCP/IP jatuh pada satu
kelas alamat. Kelas mewakili sebuah grup alamat yang segera dapat dikenali
komponen software sebagai bagian dari sebuah jaringan fisik. Misalkan, ambil
contoh alamat TCP/IP berikut dan nilai binernya. 10.149.240.66
00001010.10010101.11110000.10000010 dengan memperhatikan tiga nilai biner yang
pertama, bisa dikatakan bahwa alamat ini termasuk class A. Setiap komputer di
sebuh jaringan biasanya ingin mengirim data langsung ke komputer lainnya.
Komputer pengiriman harus memastikan bahwa si penerima berada di jaringan yang
sama atau di luar itu.
Subnet mask digunakan oleh protokol
stack TCP/IP untuk menentukan bahwa host yang akan dicoba dikomunikasikan
berada di jaringan lokal yang sama atau berada di jaringan remote. Ini adalah
bagian yang sangat penting dalam konfigurasi TCP/IP.
1.
Domain
Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah distribute
database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution)
di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet
Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti
web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah
komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di
implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan
seperti:
a.
Mudah,
DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address
sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
b.
Konsisten,
IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
c.
Simple,
user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun
di Intranet.
2.
Internet
Control Message Protocol (ICMP)
Adalah salah satu protokol inti dari
keluarga. ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan
secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian
adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo
Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama
paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan. protokol internet. ICMP
utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan
kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa
dijangkau.
3.
IMAP
(Internet Message Access Protocol)
IMAP (Internet Message Access
Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server.
IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan ia ambil, membuat
folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail
yang ada. Kemampuan ini jauh lebih baik daripada POP (Post Office Protocol)
yang hanya memperbolehkan kita mengambil/download semua pesan yang ada tanpa
kecuali.
Protokol ini gunakan untuk
mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke server surat
elektronik penerima. Untuk menggunakan SMTP bisa dari Microsoft Outlook.
biasanya untuk menggunakan SMTP di perlukan settingan :
2.
Incoming Mail (POP3, IMAP or HTTP) server :
mail.doaminanda.com
3.
Outgoing
(SMTP) server : mail.domainanda.com
5.
Password
: password yang telah anda buat sebelumnya
4.
HTTP ( Hypertext Transfer Protocol )
Hypertext Transfer Protokol (HTTP)
adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem
informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia penggunaannya
banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan yang
disebut dengan dokumen hiperteks yang kemudian membentuk WWW (World Wide Web)
pada tahun 1990 oleh fisikawan inggris yang bernama Tim Berners Lee.
Http merupakan protokol yang
menyediakan perintah dalam komunikasi antar jaringan, yaitu komunikasi antara
jaringan komputer client dengan web server. Dalam komunikasi ini, komputer clientmelakukan
permintaan dengan mengetikkan alamat atau website yang ingin di akses.
Sedangkan server mengolah permintaan tersebut berdasarkan kode protokol yang di
inputkan.
HTTP disebut protokol Stateless
karena setiap perintah dijalankan secara independen, tanpa pengetahuan tentang
perintah yang datang sebelumnya. Ini adalah alasan utama yang sulit untuk
menerapkan situs Website yang bereaksi secara cerdas untuk input pengguna.
a.
Sesi http
Sebuah sesi HTTP adalah urutan
transaksi permintaan dan respons jaringan dengan menggunakan protokol HTTP.
Sebuah klien HTTP akan memulai sebuah permintaan. Klien tersebut akan membuka
sebuah koneksiTransmission Control Protocol (TCP) ke sebuah port tertentu yang
terdapat dalam sebuah host (umumnya port 80 atau 8080). Server yang
mendengarkan pada port 80 tersebut akan menunggu pesan permintaan klien. Saat
menerima permintaan, server akan mengirimkan kembali baris status, seperti
“HTTP/1.1 200 OK”, dan pesan yang hendak diminta, pesan kesalahan atau
informasi lainnya.
5.
HTTPS ( Hypertext
Transfer Protocol Secure )
Hypertext Transfer Protocol Secure
(HTTPS) memiliki pengertian yang sama dengan HTTP hanya saja HTTPS memiliki
kelebihan fungsi di bidang keamanan (secure).
HTTPS di temukan oleh Netscape
Communication Corporation. HTTPS menggunakan Secure Socket Layer (SSL) atau
Transport Layer Security(TLS) sebagai sublayer dibawah HTTP aplikasi layer yang
biasa. HTTP di enkripsi dan deskripsi dari halaman yang di minta oleh pengguna
dan halaman yang di kembalikan oleh web server. Kedua protokol tersebut
memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers, dan man in
the middle attacks. Pada umumnya port yang digunakan HTTPS adalah port 443.
Tingkat keamanan tergantung pada ketepatan dalam mengimplementasikan pada browser
web dan perangkat lunak server dan didukung oleh algorithma penyandian yang
aktual. Oleh karena itu, pada halaman web digunakan HTTPS, dan URL yang
digunakan dimulai dengan ‘https://’.
Https dapat menjamin keamanan dalam
Autentikasi server yaitumemungkinkan peramban dan pengguna memiliki kepercayaan
bahwa mereka sedang berbicara kepada server aplikasi sesungguhnya.Https juga
mampu dalam menjaga kerahasiaan data dan Integritas data.
b.
Perbedaan utama http dan https
Beberapa perbedaan utama antara http
dan https, dimulai dengan port default, yang 80 untuk http dan 443 untuk https.
Https bekerja dengan transmisi interaksi yang normal http melalui sistem
terenkripsi, sehingga dalam teori, informasi tidak dapat diakses oleh pihak
selain klien dan server akhir. Ada dua jenis umum lapisan enkripsi: Transport
Layer Security (TLS) dan Secure Socket Layer (SSL), yang keduanya menyandikan
catatan data yang dipertukarkan.
c.
Cara Kerja
Https bukan protokol yang terpisah,
tetapi mengacu pada kombinasi dari interaksi HTTP normal melalui Socket Layer
terenkripsi SSL (Secure) atau Transport Layer Security (TLS) mekanisme
transportasi. Hal ini menjamin perlindungan yang wajar dari penyadap dan
(asalkan dilaksanakan dengan benar dan otoritas sertifikasi tingkat atas
melakukan pekerjaan mereka dengan baik) serangan.
Port default TCP https: URL adalah
443 (untuk HTTP tanpa jaminan, defaultnya adalah 80). Untuk mempersiapkan
web-server untuk koneksi https penerima harus sebagai administrator dan membuat
sertifikat kunci public untuk server web. Sertifikat ini dapat dibuat untuk
server berbasis Linux dengan alat seperti Open SSL yang ssl atau gensslcert
SuSE.
Sertifikat ini harus ditandatangani
oleh otoritas sertifikat satu bentuk atau lain, yang menyatakan bahwa pemegang
sertifikat adalah siapa yang mereka ajukan. Web browser pada umumnya
didistribusikan dengan penandatanganan sertifikat otoritas sertifikat utama,
sehingga mereka dapat memverifikasi sertifikat yang ditandatangani oleh mereka.
Bila menggunakan koneksi https,
server merespon koneksi awal dengan menawarkan daftar metode enkripsi
mendukung. Sebagai tanggapan, klien memilih metode sambungan, dan klien dan
sertifikat server pertukaran untuk otentikasi identitas mereka. Setelah ini
dilakukan, kedua belah pihak bertukar informasi terenkripsi setelah memastikan
bahwa kedua menggunakan tombol yang sama, dan koneksi ditutup. Untuk host
koneksi https, server harus memiliki sertifikat kunci publik, yang embeds
informasi kunci dengan verifikasi identitas pemilik kunci itu. Sertifikat
Kebanyakan diverifikasi oleh pihak ketiga sehingga klien yakin bahwa kuncinya
adalah aman.
d.
Keuntungan mengubah HTTP
menjadi HTTPS?
Untuk mengamankan komunikasi antara
browser dengan web server. Bagaimana bisa? Ilustrasi singkat berikut akan
menjawabnya: Ketika anda mengakses sebuah web server yang menggunakan protokol
HTTPS, halaman yang dikirimkan pada anda telah dienkripsi dulu oleh protokol
ini. Dan semua informasi yang anda kirimkan ke server (registrasi, identitas,
nomor pin, transfer pembayaran) akan dienkripsi juga sehingga tidak ada yg bisa
mencuri dengar (eavesdropping) data-data anda ketika proses transaksi
sedang berlangsung. Maka transaksi data anda menjadi lebih safe. Protokol HTTPS
bisa anda temukan pada situs-situs perbankan, ecommerce, form registrasi, dsb.
Karena di area bisnis inilah rentan sekali terjadi eavesdropping oleh pihak
ketiga. Untuk itulah anda membutuhkan sertifikat SSL.
Berikut adalah Jenis-Jenis dari
Protocol Jaringan :
1. Ethernet
Protokol Ethernet paling banyak di gunakan dalam
sistem jaringan. Ethernet menggunakan metode akses yang disebut dengan CSMA/CD
(Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection) dalam mengkomunikasikan
data.
Protocol Ethernet bekerja dengan memperhatikan
network atau jaringan sebelum di lakukan transformasi atau transmisi data .
Apabila jalur masih sibuk maka akan dia akan menunggu melakukkan pengiriman
data hingga jalur bersih dari data.
-
Topologi
: Topologi BUS dan Topologi Star
-
Kabel
: Coaxial, Fiber Optic dan Twisted Pair
-
Kecepatan
: 10 Mbps.
2. Token Ring
Protokol Token Ring di populerkan oleh IBM pada tahun
1980. Metode akses protokol Token Ring adalah melalui sebuah Token dalam sebuah
lingkaran seperti cincin. Sinyal Token bergerak berputar dalam sebuah lingkaran
(cincin) dalam sebuah jaringan dan bergerak dari satu komputer menuju ke
komputer lainnya.
Jika pada persinggahan di salah satu
komputer terdapat data yang ingin ditransmisikan, Token akan mengirimkan data
ke tempat yang di inginkan tersebut. Selanjutnya, Token bergerak untuk saling
mengkoneksikan di antara masing-masing komputer.
-
Topologi
: Topologi Star
-
Kabel
: Twisted Pair dan Fiber Optic
-
Kecepatan
: 4 Mbps – 11 Mbps
3. Local Talk
Local Talk merupakan protokol jaringan dengan
menggunakan metode akses yang disebut CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access
with Collision Avoidance) dalam mengkomunikasikan data. Protocol
Local Talk di Populerkan oleh Machintos atau Apple
Computer. Protocol Local Talk bekerja dengan menghindari dari tabrakan saat
pengiriman data. Adapter Local Talk dan Kabel Twisted Pair khusus di gunakan
dalam jaringan ini melalui serial port.
-
Topologi
: Topologi Bus
-
Kabel
: Twisted Pair
-
Kecepatan
: 230 Kbps
4. TCP/IP ( Transmission
Control Protocol/Internet
Protocol )
Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke
komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol
ini berupa kumpulan protokol (protocol suite).
Protokol ini juga merupakan protokol
yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam
bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada
perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.
TCP/IP pun mempunyai beberapa layer,
layer-layer itu adalah :
a.
IP
(internet protocol) yang berperan dalam pentransmisian paket data dari node ke
node. IP mendahului setiap paket data berdasarkan 4 byte (untuk versi IPv4)
alamat tujuan (nomor IP).
Internet authorities menciptakan
range angka untuk organisasi yang berbeda. Organisasi menciptakan grup dengan
nomornya untuk departemen. IP bekerja pada mesin gateaway yang memindahkan data
dari departemen ke organisasi kemudian ke region dan kemudian ke seluruh dunia.
b.
TCP
(transmission transfer protocol) berperan didalam memperbaiki pengiriman data
yang benar dari suatu klien ke server. Data dapat hilang di tengah-tengah
jaringan. TCP dapat mendeteksi error atau data yang hilang dan kemudian
melakukan transmisi ulang sampai data diterima dengan benar dan lengkap.
H.
Fungsi
Protokol
Fungsi – fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan
sebagai berikut :
a.
Fragmentasi
dan Reassembly
Fungsi dari fragmentasi dan
reassembly adalah membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data
pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi tadi dan setelah diterima maka
sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket berita yang lengkap.
b.
Encaptulation
Fungsi dari encaptulation adalah
melengkapi berita yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan
lain-lain.
c.
Connection
Control
Fungsi dari connection control
adalah membangun hubungan komunikasi dari transmitter dan receiver, dimana
dalam membangun hubungan ini termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri
hubungan.
d.
Flow
Control
Fungsi dari flow control adalah
mengatur perjalanan data dari transmitter ke receiver.
e.
Error
Control
Dalam pengiriman data tak lepas dari
kesalahan, baik itu dalam proses pengiriman maupun pada waktu data itu
diterima. Fungsi dari error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang
terjadi pada waktu data dikirimkan.
f.
Transmission
Service
Fungsi dari transmission service
adalah memberi pelayanan komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan
prioritas dan keamanan serta perlindungan data.
I.
Pengertian
Keamanan Jaringan ( Network Security )
Keamanan Jaringan dalam jaringan
komputer sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan mencegah
penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah. Tugas keamanan jaringan
dikontrol oleh administrator jaringan.
Pada awalnya, konsep ini menjelaskan
lebih banyak mengenai keterjaminan (security) dari sebuah sistem jaringan
komputer yang terhubung ke Internet terhadap ancaman dan gangguan yang
ditujukan kepada sistem tersebut.
Cakupan konsep tersebut semakin hari
semakin luas sehingga pada saat ini tidak hanya membicarakan masalah
keterjaminan jaringan komputer saja, tetapi lebih mengarah kepada
masalah-masalah keterjaminan sistem jaringan informasi secara global.
Beberapa negara Eropa dan Amerika
bahkan telah menjadikan Network Security menjadi salah satu titik sentral
perhatian pihak-pihak militer masing-masing. Sebenarnya, masalah Network
Security ini timbul dari konektivitas jaringan komputer lokal yang kita miliki
dengan wide-area network (seperti Internet).
Jadi, selama jaringan lokal komputer
kita tidak terhubung kepada wide-area network, masalah Network Security tidak
begitu penting. Tetapi hal ini bukan berarti memberikan arti bahwa bergabung
dengan wide-area network adalah suatu hal yang ‘menakutkan’ dan penuh bahaya.
Network Security hanyalah menjelaskan kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul
dari konektivitas jaringan komputer lokal kita dengan wide-area network. Secara
umum, terdapat 3 (tiga) kata kunci dalam konsep Network Security ini, yaitu:
a.
resiko
/ tingkat bahaya
b.
ancaman, dan
c.
kerapuhan
sistem (vulnerability).
Ada dua elemen utama pembentuk keamanan jaringan :
a.
Tembok
pengamanan, Baik
secara fisik maupun maya,yang ditaruh diantara piranti dan layanan jaringan
yangdigunakan dan orang-orang yang akan berbuat jahat.
b.
Rencana
pengamanan, Yang
akan diimplementasikan bersama dengan user lainnya, untuk menjaga agar
sistemtidak bisa ditembus dari luar.
Definisi Keamanan Jaringan adalah menjaga agar resource digunakan
sebagaimana mestinya oleh pemakai yang berhak. Keamanan jaringan komputer
sendiri sering dipandang sebagai hasil dari beberapa faktor. Faktor ini
bervariasi tergantung pada bahan dasar, tetapi secara normal setidaknya
beberapa hal dibawah ini diikutsertakan :
- Confidentiality
(kerahasiaan)
-
Integrity (integritas)
-
Availability (ketersediaan)
Salah satu ancaman keamanan jaringan
adalah Hacker. Istilah Hacker Hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara
para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium
Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Kelompok mahasiswa tersebut
merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka
beroperasi dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kali muncul
dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam
bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik dari yang
telah dirancang bersama.
Kemudian pada tahun 1983, analogi
hacker semakin berkembang untuk menyebut seseorang yang memiliki obsesi untuk
memahami dan menguasai sistem komputer. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk
pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis
di Milwaukee AS. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian
disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer,
dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik
Laboratorium Nasional Los Alamos.
Salah seorang dari antara pelaku
tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku
lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan. Kemudian pada perkembangan
selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri hacker, padahal
bukan.
Mereka ini (terutama para pria
dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon
(phreaking). Hacker sejati menyebut orang-orang ini ‘kracker’ dan tidak suka
bergaul dengan mereka. Hacker sejati memandang kracker sebagai orang malas,
tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak setuju
jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi hacker.
Para hacker mengadakan pertemuan setiap setahun sekali yaitu diadakan setiap
pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan hacker
terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih
kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas
hacking.
Kesimpulan yang didapat dari perbedaan seorang hacker dan
kraker adalah :
a.
Hacker
: Orang yang secara diam-diam mempelajari sistem yang biasanya sukar dimengerti
untuk kemudian mengelolanya dan men-share hasil ujicoba yang dilakukannya.
Hacker tidak merusak system.
Istilah-istilah
pada hacker :
1.
Mundane
: tahu mengenai hacking tapi tidak mengetahui metode dan prosesnya.
2.
lamer
(Script kiddies) : mencoba script-script yang pernah di buat oleh aktivis
hacking, tapi tidak paham bagaimana cara membuatnya.
3.
wannabe
: paham sedikit metode hacking, dan sudah mulai berhasil menerobos sehingga
berfalsafah ; HACK IS MY RELIGION.
4.
larva
(Newbie) : hacker pemula, teknik hacking mulai dikuasai dengan baik, sering
bereksperimen.
5.
hacker
: aktivitas hacking sebagai profesi.
6.
wizard
: hacker yang membuat komunitas pembelajaran di antara mereka.
7.
guru
master of the master hacker : lebih mengarah ke penciptaan “tools tools hacker”
yang powerfull yang salah satunya dapat menunjang aktivitas hacking, namun
lebih jadi tools pemrograman system yang umum.
b.
Craker
Orang yang secara diam-diam mempelajari sistem dengam maksud jahat Muncul
karena sifat dasar manusia yang selalu ingin membangun (salah satunya merusak).
J.
CARA KERJA JARINGAN
Cara kerja dan jaringan komputer dapoat dilihat dari tipe
jaringannya :
a.
Jaringan
Berbasis Server
Disebut juga client-server terdiri
dari server yang biasanya menggunakan system operasi windows 2000 server, dan
cloent menggunakan system operasi Windows 98se, Windows 2000 profesional dan
windows xp sert yang lainnya.
b.
Jaringan
Peer To Peer
Pada jaringan peer to peer, setiap
kompurter dapat membuka account user dan berbagi sumber (sharing) dengan
komputer yang lain dalam suatu jaringan, sehingga bersifat sebagai server
sekaligus bersikap workstation.
K.
Web Hosting
Web Hosting adalah salah satu bentuk layanan jasa penyewaan
tempat di Internet yang memungkinkan perorangan ataupun organisasi menampilkan
layanan jasa atau produknya di web / situs Internet. Tempat dapat juga
diartikan sebagai tempat penyimpanan data berupa megabytes (mb) hingga
terabytes (tb) yang memiliki koneksi ke internet sehingga data tersebut dapat
direquest atau diakses oleh user dari semua tempat secara simultan. Inilah yang
menyebabkan sebuah website dapat diakses bersamaan dalam satu waktu oleh multi
user.
Pada dasarnya sebuah server web hosting menggunakan adalah
sebuah komputer biasa namun menggunakan beberapa komponen dan program dasar
sebuah server serta disarankan harus mampu untuk online 24 jam setiap hari dan
tanpa harus dimatikan dalam jangka waktu lebih lama daripada komputer biasa.
Ada beberapa jenis layanan hosting
yaitu shared hosting, VPS atau Virtual Dedicated Server, dedicated server,
colocation server.
1.
Shared Hosting adalah menggunakan server hosting
bersama sama dengan pengguna lain satu server dipergunakan oleh lebih dari satu
nama domain. Artinya dalam satu server tersebut terdapat beberapa account yang
dibedakan antara account satu dan lainnya dengan username dan password.
2.
VPS, Virtual Private Server, atau juga dikenal sebagai Virtual
Dedicated Server merupakan proses virtualisasi dari lingkungan software sistem
operasi yang dipergunakan oleh server. Karena lingkungan ini merupakan
lingkungan virtual, hal tersebut memungkinkan untuk menginstall sistem operasi
yang dapat berjalan diatas sistem operasi lain.
3.
Dedicated Server adalah penggunaan server yang
dikhususkan untuk aplikasi yang lebih besar dan tidak bisa dioperasikan dalam
shared hosting atau virtual dedicated server. Dalam hal ini, penyediaan server
ditanggung oleh perusahaan hosting yang biasanya bekerja sama dengan vendor.
4.
Colocation Server adalah layanan penyewaan tempat
untuk meletakkan server yang dipergunakan untuk hosting. Server disediakan oleh
pelanggan yang biasanya bekerja sama dengan vendor.
L.
Pengertian
IP address
Internet Protocol Address merupakan singkatan dari IP
address. Pengertian IP
address
adalah suatu identitas numerik yang dilabelkan kepada suatu alat seperti
komputer, router atau printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer yang
menggunakan internet protocol sebagai sarana komunikasi.
IP address memiliki
dua fungsi, yaitu :
1. Sebagai
alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan.
Fungsi ini diilustrasikan seperti
nama orang sebagai suatu metode untuk mengenali siapa orang tersebut. dalam
jaringan komputer berlaku hal yang sama.
2. Sebagai
alamat lokasi jaringan.
Fungsi ini diilustrasikan seperti
alamat rumah kita yang menunjukkan lokasi kita berada. Untuk memudahkan
pengiriman paket data, maka IP address memuat informasi keberadaannya. Ada rute
yang harus dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju.
IP address menggunakan bilangan 32
bit. Sistem ini dikenal dengan nama Internet Protocol version 4 atau IPv4. Saat
ini IPv4 masih digunakan meskipun sudah ada IPv6 yang diperkenalkan pada tahun
1995. Hal ini dikarenakan tingginya pertumbuhan jumlah komputer yang terkoneksi
ke internet. Maka dibutuhkan alamat yang lebih banyak yang mampu
mengidentifikasi banyak anggota jaringan.
Format
IP address
Sebenarnya pengalamatan IP address
menggunakan bilangan biner. Namun supaya lebih mudah ditulis dan dibaca oleh
manusia, maka IP address ditulis dengan bilangan 4 desimal yang masing-masing
dipisahkan oleh titik. Format penulisan ini disebut sebagai dotted-decimal
notation. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet atau
delapan bit alamat IP. Sebagai contoh adalah sebagai berikut:
a.
192.168.1.1
b.
Jika
dikonversi menjadi bilangan biner adalah sebagai berikut:
11000000.10101000.1.1
M.
Infrastruktur Jaringan
Network infrastructure atau infrastruktur
jaringan merupakan sebuah kumpulan sistem komputer yang saling
berhubungan, dihubungkan oleh berbagai macam bagian dari sebuah arsitektur
telekomunikasi.
Secara khusus, infrastruktur ini mengacu pada organisasi dan
berbagai bagian konfigurasi mereka – dari jaringan komputer individu sampai
pada router, kabel, wireless access point, switch, backbone, network protocol,
dan network access methodologies.
Infrastuktur dapat berupa infrastruktur terbuka (open) atau
infrastruktur tertutup (close). Contoh infrastuktur terbuka adalah internet,
sedangkan contoh dari infrastruktur tertutup
adalah private intranet. Mereka dapat beroperasi melalui
koneksi jaringan kabel atau jaringan wireless, atau kombinasi antara keduanya.
Bentuk paling sederhana dari infrastruktur jaringan biasanya
terdiri dari satu atau lebih komputer, sebuah jaringan atau koneksi Internet,
sebuah hub yang menghubungkan komputer yang satu dengan lainnya sampai dengan
sistem jaringan yang terhubung dengan sistem jaringan lainnya.
Keamanan jaringan alias network security merupakan perhatian
utama ketika membangun sebuah infrastruktur jaringan. Kebanyakan arsitektur
menggunakan router dengan firewall terintegrasi (built-in firewall), juga
software yang memungkinkan kemudahan akses kontrol, data packet monitoring dan
penggunaan protocol yang diatur secara ketat.
Keamanan jaringan juga dapat dikontrol dengan cara
menyesuaikan network sharing properties pada masing-masing komputer, yang
membatasi folder dan file untuk dapat terlihat oleh pengguna tertentu pada
jaringan.
Konfigurasi ini menggunakan perangkat dalam mode AP untuk
menghubungkan klien yangterdapat dalam jaringannya. Perangkat
dalam mode AP berfungsi sebagai Hub seperti pada jaringan wired,
namun bedanya perangkat dalam mode AP memancarkan SSID agar komputer atau
perangkat lain dalam jaringan dapatmenghubungkan diri.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar